Sunday, October 14, 2018

Ponpes Sunan Kalijaga Dukung Polri Tegakkan Hukum dan ...

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki masa kampanye terbatas Pilpres dan Pileg 2019, suhu politik di Tanah Air terus menghangat.

Mulai dari gerakan #2019GantiPresiden maupun #JokowiDuaPeriode, disusul episode hoaks Ratna Sarumpaet.

Beny Susanto, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, Bantul berpendapat bahwa Pemilu 2019 sebagai agenda demokrasi elektoral kelima pasca reformasi 1998 menjadi fase krusial yang, dicitakan ke arah makin progresif, profesional dan akuntabel.

"Tidak boleh berjalan mundur, semua pihak terutama para pimpinan partai politik harus menampilkan jiwa kebangsaan dan kenegarawanan. Bukan lagi bertingkah ala anak taman kanak-kanak, semau sendiri dan menabrak fatsoen politik dan role of the game," kata Beny dalam rilisnya, Minggu (14/10/2018).

Tentu saja, lanjut dia, seluruh elemen bangsa dan negara Indonesia memiliki cita dan kehendak bersama agar agar pesta demokrasi berjalan semakin dewasa aman, damai, jujur dan berintegritas, tetapi harus dibuktikan, tidak boleh hanya seremonial Pemilu damai 2019 tanpa implementasi.

Menurut dia, cita dan harapan tersebut semakin dipertanyakan, jauh panggang dari api apabila mencermati dinamika sosial-politik mutakhir, baik melalui berita media masa maupun medsos.

"Maraknya fitnah, ujaran kebencian, adu domba, dan prasangka buruk, terus merebak dan berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta persaudaraan, persatuan sesama anak bangsa," ungkap Beny.

Meskipun Joko Widodo dan Prabowo Subianto, yang keduanya merupakan kandidat presiden berangkulan, akur dan sangat akrab dalam momentum Asian Games, fenomena tersebut masih terus berlanjut, tidak berkurang signifikan.

Kalau hal ini terus berlangsung, dibiarkan dikhawatirkan munculnya bibit kekerasan, konflik yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu mempertimbangkan aspek maslahah ‘ammah/kepentingan umum dan madhorot/potensi ancaman, bahaya yang muncul, Ponpes Sunan Kalijaga menyampaikan beberapa tausyiah politik.

Hal ini didasarkan atas komitmen Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan pada siyasah ‘aliyah/politik kebangsaan-kerakyatan menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, bukan siyasah safilah/politik partisan.

Let's block ads! (Why?)

Baca Di berikut nya http://jogja.tribunnews.com/2018/10/14/ponpes-sunan-kalijaga-dukung-polri-tegakkan-hukum-dan-kamtibmas-pemilu-2019

No comments:

Post a Comment